Home / Destinasi / Alasan Kawah Ijen Resmi Jadi UNESCO Global Geopark...
DESTINASI

Alasan Kawah Ijen Resmi Jadi UNESCO Global Geopark yang Mendunia

By Tim Redaksi Travelo News 3 min read 26 Mei 2026

Kawah Ijen kembali mencuri perhatian dunia setelah resmi menyandang status UNESCO Global Geopark. Kawasan vulkanik yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini dikenal bukan hanya karena pemandangannya yang dramatis, tetapi juga fenomena api biru atau blue fire yang sangat langka di dunia.

Kawasan ini disebut sebagai salah satu geopark paling spektakuler di Asia karena memadukan kekayaan geologi, budaya lokal, dan ekosistem tropis dalam satu kawasan wisata alam yang unik. Daya tarik utama Kawah Ijen tentu saja fenomena blue fire yang hanya bisa dilihat pada malam hari. Fenomena ini muncul ketika gas sulfur bersuhu sangat tinggi keluar dari celah gunung berapi lalu terbakar saat bertemu oksigen di udara.

Suhu gas sulfur di Ijen dilaporkan bisa melebihi 360 derajat Celsius sehingga menghasilkan nyala api berwarna biru elektrik yang sangat langka. Bahkan, fenomena ini hampir tidak ditemukan di tempat lain di dunia dengan intensitas serupa. Selain api biru, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai danau paling asam di dunia. Kombinasi dua fenomena alam ini membuat Ijen menjadi destinasi favorit wisatawan dan peneliti internasional.

Status UNESCO Global Geopark untuk Ijen resmi ditetapkan melalui sidang Dewan Eksekutif UNESCO. Pengakuan ini diberikan karena kawasan Ijen dinilai memiliki warisan geologi penting dunia sekaligus berhasil menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan kehidupan masyarakat lokal.

Geopark Ijen sendiri mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso di Jawa Timur. Kawasan ini memiliki puluhan kerucut vulkanik aktif, aliran lava purba, hingga bentang alam yang terbentuk selama jutaan tahun akibat aktivitas tektonik dan vulkanik.

Salah satu pemandangan paling ikonik di Kawah Ijen adalah aktivitas para penambang sulfur tradisional. Setiap hari mereka turun ke dasar kawah untuk mengambil bongkahan belerang lalu memikulnya melewati jalur terjal menuju area penimbangan. Aktivitas ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat sekitar Ijen serta menjadi bagian penting dari warisan hidup kawasan geopark tersebut.

Tak hanya soal gunung berapi, kawasan Ijen juga dikenal kaya budaya lokal. Masyarakat Osing di Banyuwangi masih mempertahankan berbagai tradisi dan kesenian khas yang berkaitan erat dengan alam. Berbagai festival budaya seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival turut memperkuat identitas geopark sekaligus membantu ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.

Selain itu, kawasan sekitar Ijen juga terkenal dengan perkebunan kopi peninggalan era kolonial Belanda yang kini menjadi bagian dari wisata edukasi dan agrowisata. Sektor ini semakin memperkaya potensi wisata yang dimiliki oleh kawasan Geopark Ijen.

Setelah mendapat pengakuan UNESCO, Geopark Ijen kini diproyeksikan menjadi simbol wisata berkelanjutan Indonesia. Pemerintah daerah mulai mendorong konsep geowisata yang fokus pada edukasi lingkungan, konservasi alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pengelolaan wisata di kawasan Ijen juga mulai diarahkan agar tidak merusak ekosistem gunung berapi yang sensitif. Jumlah wisatawan dikontrol dan edukasi tentang pentingnya menjaga alam semakin diperkuat. Dengan kombinasi fenomena alam langka, budaya lokal yang kuat, dan status UNESCO Global Geopark, Kawah Ijen kini tidak hanya menjadi kebanggaan Jawa Timur, tetapi juga salah satu destinasi geowisata paling terkenal di dunia.

READ ALSO

UNESCO Revalidasi Raja Ampat, Kemenpar Siapkan Langkah Ini — Kementerian Pariwisata menyiapkan langkah strategis termasuk pemasangan pelampung tambat dan pengelo...

TOPICS
Kawah Ijen UNESCO Global Geopark Blue Fire Banyuwangi Bondowoso Geowisata Wisata Alam
Tim Redaksi Travelo News
Redaksi Travelo News
Tim redaksi Travelo News yang menyajikan informasi travel terpercaya, tips perjalanan, destinasi wisata, dan berita terkini dari dunia pariwisata.